Sunday, July 17, 2016

Thursday, October 15, 2015

The Royal Tenenbaums

 


Kesan retro ala 1960an begitu kental terasa dalam koleksi Bally untuk Autumn/Winter 2015, dipertegas dengan pengaruh film-film besutan Wes Anderson yang menginspirasi Design Director Bally, Pablo Coppola, untuk rancangannya kali ini. Kombinasi dua elemen unik imi menghasilkan kesan eksentrik yang begitu kuat dan nuansa klasik yang diperbarui dengan begitu apik.

Margot Tenenbaum, karakter dalam film The Royal Tenenbaums yang diperankan Gwyneth Paltrow, menjadi inspirasi dalam penciptaan rancangan busana ready-to-wear untuk wanita. Siluet A-line yang disusun dalam material coated tweeds, double-faced cashmeres, furs, supple nappa leathers, dan butter-soft alligator memberi kemewahan dan elegansi tersendiri. Dipadankan dengan tas-tas dengan rancangan yang timeless, seperti tas Corner dan Sommet, serta tas-tas bergaya baru, seperti tas B-Turn dengan top handle dan tas selempang Eclipse. Sedangkan untuk sepatu, Bally menawarkan berbagai varian gaya, mulai dari pump shoes dan flats shoes yang termasuk dalam seri Tuxedo, sampai slingbacks dan wedge boots dalam seri Morsetto. “Di musim ini, kami banyak berkutat dengan referensi retro yang dileburkan dalam gaya khas Bally yang kemudian diterjemahkan secara effortless,” ungkap Pablo Coppola mengenai rancangannya.

 


Di sisi lain, Pablo juga memilih inspirasi desain retro untuk koleksi pria. Salah satunya nampak pada padanan jaket berbahan ostrich leather dengan polesan warna cerah ala bunga matahari. Dikombinasikan dengan double-breasted camel suit dan full-length weasel coat, serta cashmere turtleneck dan celana wool canvas, menampilkan estetika gaya klasik bagi kaum Adam. Untuk koleksi sepatu, Bally mengisi koleksi ini dengan barisan hiking boots dan sneakers Heimberg yang hadir dalam warna-warna maskulin, seperti hitam, coklat, dan abu-abu. Pendatang baru di musim ini, yakni hightops Oakwell dan sandal Tourist, dengan koleksi Scribe Novo dan moccasin Swiss yang menambah daftar sepatu formal dari Bally. Untuk koleksi tas, Bally kembali mengusung seri tas Crescent Toile yang sempat mengisi koleksi Spring/Summer lalu. Kali ini, Bally menambah varian luggage set dalam seri Crescent Toile. Motif Crescent Toile yang menyimbolkan puncak pegunungan Swiss menjadi penggambaran rancangan Bally yang selalu mengakar ke desain klasik dengan craftmanship tinggi khas kampung halamannya, Swiss. 


(Artikel ini dimuat di Female Magazine Indonesia, Agustus 2015)